Sunday, 11 December 2011

Batam Island, Karate Championship and Illegal Homestay

posting by Nuna Nur Alam di 12/11/2011 09:42:00 pm
Reaksi: 
Osh!
Holaa readers!
Aku lagi di Batam nih.
Aku kesini bareng sama teman-teman tim karate se-Sulawesi Barat dalam rangka mengikuti Kejuaraan Nasional Karate Pra-PON 2011. huhui.

Sedikit bocoran. hahahahah (aku ketawa dulu yak) hahahahahaha---
Jadi selama hampir seminggu disini, kami kontingen Sulawesi Barat itu menginap di sebuah bangunan ilegal. Yess! Tapi ngga menginap secara ilegal yah, kami dapat tumpangan menginap gratis dari teman baiknya Sang Pelatih. Yap! pemilik bangunan ilegal ini telah mengizinkan kami tinggal secara kekeluargaan. Baik yaahh? ^0^

Uniknya, bangunan ini adalah sebuah ruko di tengah kota, letaknya ada di jejeran ruko-ruko tepat di depan pintu barat Nagoya Hills. Dimana dulunya adalah sebuah tempat perju*dian yang telah ditutup oleh pemerintah setempat. Kayak casino gitu, jadi seluruh perabot di dalamnya itu bernuansa angka-angka, games, meja yang bisa diputar, pokoknya yang gitu-gitu deh kwkwk.


Terus lucunya dimana?

Jadi, aku dan teman-teman tim benar-benar merasakan pengalaman menginap di sebuah tempat perju*dian.

Ada kamar?? GA ADA!! XD

Walhasil kami harus berbagi satu ruangan gede, membuat sekat-sekat dengan perabot yang ada dan mandi di toilet yang sempit.

Setelah melalui perhelatan yang panjang dengan teman-teman yang lain, akhirnya kaum wanita diberi bagian/tempat tidur yang paling masuk akal di tempat itu. Ada yang bisa tebak dimana?


Yapp. Kami bobok syantik di balik meja kasir berhiaskan poster Rambo yang super gede ini. hahahah
Kami karateka putri cuma berempat, jadi cukuplah untuk berdesak-desakan didalam sana.

Ada yang pernah liat bangunan bergambar rambo ini dipinggir jalan Nagoya? XD


Kabar sedihnya:
Sama seperti Pra-PON sebelumnya, kami tim karate Sulawesi Barat masih belum berhasil meloloskan diri satupun untuk melanjutkan laga di PON.
Sedih rasanya belum bisa membuktikan hasil keringat dan latihan keras kami selama ini kepada daerah melalui ajang bergengsi ini. T^T
Kami tidak pernah menuntut perhatian lebih dari pemerintah. Asal ada tiket pesawat, kami rela tinggal dimana saja, makan apa saja, karena yang utama bagi kami adalah, bisa berlatih, bertanding dan Juara. T^T


Mungkin Pra-PON selanjutnya :')


Ya udah...
Dari pada para readers juga ikutan sedih, ini aku share foto-foto kenangan selama di Batam.
Batam itu pulau kecil tapi udah maju banget, trus penduduk disana kebanyakan berbahasa Mandarin. Mereka sebahagian besar pendatang sih. Katanya, penduduk asli Batam itu tinggal di pesisir sebagai nelayan. Ini beneran??
Btw ini pengalaman pertama aku merasakan nuansa luar negeri dan menjadi kebule-bulean. #eh

see you! ^0^

0 komentar:

Post a Comment

 

History of Nuna Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | Best Kindle Device